Friday, July 29, 2011

Lima Tips Agar Puasa berjalan Lancar

Assalamu'alaikum brothers sisters.. Sebentar lagi adalah bulan puasa. Bulan yang selalu dinanti-nantikan untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Namun seberapa dari kita sering merasa tidak kuat lantas 'memutus' puasa pada hari itu juga. hmm karena hawa nafsu ... ckck 
Nah, berikut saya menerbitkan posting tentang lima tips berpuasa:


1. Menguatkan Jiwa
Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya (QS 45:23).
Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).



2. Mendidik Kemauan
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.


3. Meyakini bahwa Berpuasa itu Menyehatkan Badan
 Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.




4. Mengenali Nilai Kenikmatan
Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh. Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).


5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain
Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, pi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 9:103).


Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.
Kegembiraan terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.





Sekian kanca muda, bothers sisters.. Silakan dishare, semoga bermanfaat.

Sunday, July 17, 2011

Perbedaan Fungsi Kedua Lubang Hidung Anda


Anda pasti punya hidung.. yakann? Sejelak apapun itu; pesek kayak Sule, Mancung kayak bule, idung mancung tapi gedhe kayak orang Arab, sampe idung gedhe pesek karena kesalahan posisi tidur (bukan bunda salah mengandung, loh).

 Hidung juga pasti ada lubangnya. Kira-kira dua lubang aja cukup. Nah, kalian pada tau nggak kalau ada perbedaan fungsi dari lubang hidung kanan sama lubang hidung kiri? Kalo gak tau ayo baca terus sharing sama temen-temen yang belum tau. Toh si penulis juga barusan tahu..hehe :mrgreen

Lubang hidung kita ternyata memiliki perbedaan fungsi. Begini, lubang hidung kita yang sebelah kanan mengeluarkan udara panas, sementara yang sebelah kiri mengeluarkan udara dingin. Nggak percaya? Yaudah.. Gakpapa, toh saya cuman ngasih tau kok..hehe (nyolot)

Jika anda-anda sedang sakit kepala, kepala cenut-cenut atau apalah bahasanya.. cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri. Lakukan ini selama kurang lebih 5 menit, niscaya sakit kepala anda akan sembuh. (Niscaya, kalau Tuhan berkehendak sakit terus ya.. yg penting usaha..haha)

Anda merasa capek beudt? (alay deh --) abis olahraga, lari-lari, dari depan rumah sampe belakang rumah sekali, terus langsung capek? Tutup lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Ngaak lama abis itu, Elooh akan ngrasa seger lagi (kayak abis minum jus :matabelo).

Kebanyakan cewek  bernafas pake hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang banget dingin. Nahh kalo cowo bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, jadinya gampang banget  marah. (haha cuman kira-kira aja)

Naaah.. Sekian mini posting dari saya.. Semoga bermanfaat :)

Tuesday, July 05, 2011

Kekayaan yang Sesungguhnya

HabĂ­a una vez... ada sebuah keluarga kaya akan materi dengan ayah seorang businessman yang sukses dan ibu seorang wanita karier yang tidak bisa dibilang gagal. Keluarga itu dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan. 


Kini ia beranjak remaja. Dia selalu dimanjakan. sebenarnya dia tidak bodoh. hanya malas. malahan dia sangat cerdas. Namun hari ayahnya menghawatirkan anaknya itu. 


"keadaan hidup yang terus seperti ini tidak akan baik bagi perkembangan psikologisnya. ia akan cenderung tergantung pada apa yang sudah ada dan pasti menjadi malas." 


ayahnya terus memikirkan tentang hal itu. ia tak ingin anaknya itu siap bila nanti ia maupun keluarganya jatuh miskin karena bisnis mereka bangkrut.


Namun ayah itu ingin membicarakan hal tersebut pada istrinya, ia takut kalau istrinya tidak setuju akan hal itu. Dia juga berjaga-jaga supaya istrinya tidak kaget dengan rencananya itu. (bapaknya susis, takut dimarahi istrinya..haha)


Setelah melalui beberapa argumen dan perdebatan. mereka sepakat untuk berpura-pura mengalami kebangkrutan dalam bekerja. ibunya yang wanita karir itu mengambil cuti, dan hendak berkata pada anaknya bahwa ia dipecat dari kantornya. 


Akhirnya setelah berkesepakatan demikian, mereka langsung mengaplikasikan rencana mereka pada anaknya. Mereka berkata seperti apa yang mereka rencanakan 


"papa bangkrut nak, saham papa dibeli investor asing. perusahaan papa juga diambil alih. semuanya habis."  kata ayahnya pada anaknya, yang langsung disambung ibunya 


"ini benar-benar musibah nak! ibu juga dipecat, rumah kita disita juga. semua harta ludes nak! kita kere". 


Namun apa kata anak itu pada orangtuanya? 


"enggak papa kok ma, pah. kita juga gak bisa ngandalin harta terus.. ini udah takdir". satu poin yang tak terduga oleh orang tuanya.


Kemudian mereka pergi ke suatu desa, kerumah seorang petani yang sebelumnya telah berkong-kalikong dengan sang ayah. mereka hidup bersama dengan keluarga --bahkan bisa disebut desa-- petani, karena orang-orang sekitar bermata pencaharian sebagai petani.


Di desa itu, keluarga yang kaya materi tadi mencangkul, mencari rumput untuk kambing dan sapi peliharaan, merawat ladang dan kebun, membajak sawah, dan merasakan makanan sehari-hari yang ada di hidup para buruh tani. Dalam semua pekerjaan itu, si anak tabah, bahkan tiada sedikitpun keluhan yang tercelotehkan dari mulutnya. Ia lebih banyak memperhaikan sekitar dan berkomunikasi dengan para petani lain. Dia yang sebelumnya pendiam dan egois, kini beranjak ramah dan sering berbagi. Dia bersahabat dengan semua petani sekitar. Ia hampir menyatu dengan petani dan lingkungan itu.


Malam itu orangtuanya membicarakan kebaikan sifat anaknya itu. 


"Bu.. anak kita tabah sekali. hatinya sangat menerima keadaan, bu" kata ayah itu.


"Ibu juga bangga, yah. saat melakukan pekerjaan, dia melakukan dengan sungguh-sungguh, dia melakukan yang terbaik darinya" tambah ibunya.


"kalau begitu, bagaimana kalau kita lontarkan fakta yang terjadi ini bu?" tanya ayahnya. 


"jangan, yah! dia belum tahu kesusahan gagal panen dan serangan hama. semua ini belum apa-apa dibanding yang ibu rasain dulu di desa" cetus sang ibu. 


"baiklah, bu. kita tunggu sampai panen. nanti kerugian pak tani kita ganti" ujar ayahnya.


Mereka terus menetap di desa tersebut sampai masa panen. Sebelum berpanen, si ayah tersebut telah berunding tentang rencana mereka itu pada petani tersebut. Dengan senang hati pak tani membantu, karena mengetahui akan maksud baik kedua prang tua itu 


"Kalau untuk mengajari anak seperti itu, say tidak keberatan...pak" ujar petani itu.


 Pak tani membeli hama walang, menangkap beberapa tikus dan tidak memberi pestisida pada sawahnya.
Alhasil walang sangit datang menyerang sawah itu. Dan saat dipanen, akhirnya beberapa kata umpatan diucapkan anak itu, karena ia merasa telah berusaha mati-matian demi mendapatkan panen yang dinanti-nanti. Ia menyesal dan meminta maaf pada petani sekitar akan hal-hal yang terjadi itu.


Namun karena tujuan orangtuanya sudah tercapai, akhirnya orang taunya menyampaikan kebenaran itu. Mendengan itu, sang remaja langsung terdiam.. Dia sadar akan kehidupannya selama ini, betapa mudahnya kehidupan yang ia hadapi, bila dibandingkan dengan buruh tani. 


Akhirnya mereka pulang, menuju kehidupan lama mereka. Ditengah jalan, ayahnya bertanya kepada anaknya itu.


 "Nak, pelajaran apa yang kamu dapatkan setelah belajar dari kehidupan sederhana itu?" 


jawab anak itu


 "Kita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah, mereka mempunyai empat untuk berburu. Kita mempunyai kolam kecil di taman, mereka mempunyai sungai. Dirumah kita ada lampu taman, tapi mereka memiliki bintang-bintang yang bersinar. Kita punya lahan kecil untuk hidup, sedangkan mereka hidup bersama alam. Kita mempunyai pembantu untuk melayanai kita, mereka hidup untuk melayani orang lain. Kita membangun pagar tinggi untuk melindungi, namun mereka mempunyai banyak teman yang saling melindungi. Terimakasih, ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita. Sebaliknya bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki, jangan risaukan apa yang tidak kita miliki"