Thursday, June 11, 2015

Lewatnya Sebuah Fase

Hai, pembaca!
salam hangat

sebagai manusia pada umumnya, pasti bakal nulis "udah lama nggak update nih, padahal perasaan baru kemarin aku ngepost bla bla bla.."
nah, emang kenyataannya begitu.
udah lama banget ngga buka blogger, soalnya udah beda trend di kalangan seusia penulis.
banyak medsos baru bermunculan, atau, medsos lama yang booming atau  barusan aja jadi hits dan lagi happening.
instagram, path, secret, snapchat, tumblr, vine atau yang lain.
pas tulisan ini dipublish, medsos-medsos diatas lagi happening.
dan juga, pas posting ini dipublish, medsos-medsos tertentu udah mulai ditinggalin, khususnya oleh anak muda.
facebook, friendster, twitter, google plus (yang gasempet booming tapi udah redup aja), dan termasuk blogger.
medsos-medsos di atas udah mulai dijauhin orang-orang (seenggaknya dijauhin sama penulis), karena tingkat popularitasnya menurun di kalangan sendiri.
entah itu karena fiturnya yang dianggep nggak praktis karena ada medsos lain yang sejenis yang muncul dengan fitur yang lebih lengkap dan praktis, -- atau malah lebih njlimet tapi jauh lebih bagus--
saya contohin aja diri saya sendiri.
udah lama sih main tumblr, tapi barusan aktif, dan, emang tumblr menyajikan lebih banyak sharing fiture daripada blogger sendiri.
istilahnya, kalau mau reblog tinggal pencet sekali, dan voila. muncul deh itu postingan.
dan, saya tinggalkanlah blogger.

setelah kepoin seseorang dan tiba-tiba nemu blognya, saya jadi keinget blog saya sendiri.
dan walhasil, dibukalah kembali blog ini.
kesan pertama (yang sebenernya secara harafiah adalah kesan ke puluhan ribu) setelah udah lama nggak buka blogger adalah..
yaampun, saya malah jijik sendiri ngeliat beberapa postingan saya.
dan, beberapa postingan saya delete, hehe.
seiring bertambahnya umur manusia pada umumnya (yang seyogyanya diikuti dengan bertambahnya kedewasaan), sesuatu yang kita pandang baik di masa dulu, belum tentu jadi baik dan bagus dalam pandangan kita di masa depan.

facebook pun, udah lama saya tinggalkan.karena, menurut saya facebook sudah tidak menarik dan malah menjadi rumit dan kompleks. jujur, semakin dewasa kita, pasti sedikit-sedikit muncul mindset "the simple is the best" atau sesuatu semacam itu.
suka yang neko-neko, tapi lebih milih yang praktis untuk hal-hal yang bersifat umum.

demikianlah kita, segalanya itu memang adalah proses. bukan "segalanya butuh proses", tapi, segalanya memang proses. proses yang kompleks, proses yang didalamnya mengandung proses. dan, tanpa disadari, secara tidak langsung tanpa menyadarinya, kita pasti memilih yang simple, yang biasa saja, yang bisa jalan dalam proses itu tanpa bikin kita pusing. yang kita anggap nggak mengganggu aktifitas kita sehari-hari.
muncul juga kecenderungan buat milih medsos, yang nggak menyita waktu berharga kita, tapi pas kita punya waktu luang, medsos itu bisa bantu kita buat 'membuang' waktu luang.

tapi, ini semua adalah fase. yang bagus kali ini, belum tentu oke di waktu besok.
karena, dalam fase yang berbeda, dibutuhkan perhatian dan penanganan yang beda juga.
poin saya adalah, bagaimana kita melewati fase-fase itu?
kalau saya, walau sadar saya norak, tapi mengingat kesenangan yang saya dapat di masa itu, saya puas!